Senin, 30 November 2009






Read More......

baby Cute ^_^






Jumat, 27 November 2009

Bahan :
1 lelaki sehat,
1 perempuan sehat,
100% komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
Bumbu :
1 potong besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sdt saling menelepon,
5 kali ibadah/hari
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).
Cara Memasak :
1. Laki-laki dan perempuan dicuci bersih, buang semua masa lalunya
sehingga tersisa niat yang murni.
2. Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang
tua secara merata.
3. Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api
merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
4. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
5. Kue siap dinikmati.
Tips memasak :
1. Pilih lelaki dan perempuan yang benar-benar matang dan seimbang.

2. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena
dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba
bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya
terjamin.)

3. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena
walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu
konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak
kesehatan.

4. Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan
penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Catatan :
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak
dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan
lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa
potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah".
Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal kok!^_^

Read More......

Kue Pernikahan Islami ^_^

Bahan :
1 lelaki sehat,
1 perempuan sehat,
100% komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
Bumbu :
1 potong besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sdt saling menelepon,
5 kali ibadah/hari
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).
Cara Memasak :
1. Laki-laki dan perempuan dicuci bersih, buang semua masa lalunya
sehingga tersisa niat yang murni.
2. Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang
tua secara merata.
3. Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api
merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
4. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
5. Kue siap dinikmati.
Tips memasak :
1. Pilih lelaki dan perempuan yang benar-benar matang dan seimbang.

2. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena
dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba
bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya
terjamin.)

3. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena
walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu
konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak
kesehatan.

4. Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan
penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Catatan :
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak
dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan
lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa
potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah".
Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal kok!^_^

Jumat, 20 November 2009

hmm...iseng-iseng cari-cari berita unik...eh ktemu ilmu yg kyknya klo bwt sendiri gk seru dh...mkanya pngen bagi-bagi bwt tmn-tmn smw..^_^
teman-teman yang sering blogwalking pasti sering menemukan header cantik dari blog maupun situs yang dikunjungi bukan???Mungkin banyak diantar rekan-rekan yang “iri” melihat header tersebut, karena sebenarnya kepengen punya header yang cantik dan keren tapi gk punya kemampuan untuk mendesain.

Nah,daripada cuma bisa mengagumi header cantik dan keren orang punya, lebih baik mulai buat sendiri aja. Disini ada tutorial sederhana tentang cara membuat header cantik dalam singkat dengan Xheader, tidak perlu jago desain grafis atau pinter photoshop koq_^_^, software ini simple dan mudah dimengerti, dan yang pasti Gratis atau freeware.


Berikut ne cara bwt nya...^_^

1. Membuat Header dengan Template

Xheader memberikan ribuan template gambar header gratis siap pakai yang bisa qmu pilih. Untuk membuat gambar Header dari template, buka menu File -> New. Kemudian pilih Load From Template Library,



2. Mengatur Ukuran Header

Qmu bisa mengatur ukuran header agar sesuai dengan blog qmu melalui menu Option–> Resize Header.

3. Memasukkan Teks

Setelah qmu memilih template atau gambar header yang tersedia,qmu bisa memulai memasukkan teks.Qmu bisa menambah dengan efek outline, chisel, emboss, dan glow. Jika akan menambah efek, pilih teks yang akan di-edit dengan menu select terlebih dahulu.



4. Memasukkan Gambar Dari Komputer

Gunakan tool Image, jika qmu ingin memasukkan gambar dari komputer (harddisk, flashdisk, dsb),



5. Membuat Garis, Kotak atau Lingkaran

Qmu bisa menambahkan garis, kotak atau lingkaran dengan menggunakan tool seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Objek ini juga dapat diberi efek lho!



6. Mengatur Urutan Peletakkan Objek

Sebuah gambar, bidang atau tulisan dapat diletakkan di atas atau di bawah yang lain. Qmu bisa memilih objek dengan tool Select (paling kiri) dan mengatur urutan peletakkan objek melalui tool To Front atau To Back.



7. Mengatur Efek Transparan dan Bayangan

Text atau gambar dapat diatur agar transparan (tembus pandang) dan ada bayangannya dengan tool yang tersedia seperti terlihat pada gambar ini.



8. Preview dan Menyimpan Gambar

Sebelum Qmu menyimpan gambar Header yang telah qmu buat, qmu bisa mencoba melihat tampilan gambar header qmu di browser, buka menu Options -> Preview in Browser. Setelah semua oke, simpan gambar mu melalui menu File -> Save JPG. Atau File -> Save XHF. File JPG siap di-upload ke blog mu, sedangkan file XHF bisa diedit ulang jika qmu mau.

Nakh, proses-nya sudah selesai. Sekarang silahkan download Free Software-nya Disini dan jika qmu belum punya software download yang oke punya, qmu bisa baca referensi-nya serta bisa download Disini.

Selamat Mencoba dan berkreasi (catatan : gambar header diatas hanyalah ilustrasi).

Ni contoh herder yg Qu bwt...^_^...hihihi



Nah....Met mencoba yh....^_^

Read More......

buat header Di Web aTo bLog dlm waktu 5 menit.....,mau???

hmm...iseng-iseng cari-cari berita unik...eh ktemu ilmu yg kyknya klo bwt sendiri gk seru dh...mkanya pngen bagi-bagi bwt tmn-tmn smw..^_^
teman-teman yang sering blogwalking pasti sering menemukan header cantik dari blog maupun situs yang dikunjungi bukan???Mungkin banyak diantar rekan-rekan yang “iri” melihat header tersebut, karena sebenarnya kepengen punya header yang cantik dan keren tapi gk punya kemampuan untuk mendesain.

Nah,daripada cuma bisa mengagumi header cantik dan keren orang punya, lebih baik mulai buat sendiri aja. Disini ada tutorial sederhana tentang cara membuat header cantik dalam singkat dengan Xheader, tidak perlu jago desain grafis atau pinter photoshop koq_^_^, software ini simple dan mudah dimengerti, dan yang pasti Gratis atau freeware.


Berikut ne cara bwt nya...^_^

1. Membuat Header dengan Template

Xheader memberikan ribuan template gambar header gratis siap pakai yang bisa qmu pilih. Untuk membuat gambar Header dari template, buka menu File -> New. Kemudian pilih Load From Template Library,



2. Mengatur Ukuran Header

Qmu bisa mengatur ukuran header agar sesuai dengan blog qmu melalui menu Option–> Resize Header.

3. Memasukkan Teks

Setelah qmu memilih template atau gambar header yang tersedia,qmu bisa memulai memasukkan teks.Qmu bisa menambah dengan efek outline, chisel, emboss, dan glow. Jika akan menambah efek, pilih teks yang akan di-edit dengan menu select terlebih dahulu.



4. Memasukkan Gambar Dari Komputer

Gunakan tool Image, jika qmu ingin memasukkan gambar dari komputer (harddisk, flashdisk, dsb),



5. Membuat Garis, Kotak atau Lingkaran

Qmu bisa menambahkan garis, kotak atau lingkaran dengan menggunakan tool seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Objek ini juga dapat diberi efek lho!



6. Mengatur Urutan Peletakkan Objek

Sebuah gambar, bidang atau tulisan dapat diletakkan di atas atau di bawah yang lain. Qmu bisa memilih objek dengan tool Select (paling kiri) dan mengatur urutan peletakkan objek melalui tool To Front atau To Back.



7. Mengatur Efek Transparan dan Bayangan

Text atau gambar dapat diatur agar transparan (tembus pandang) dan ada bayangannya dengan tool yang tersedia seperti terlihat pada gambar ini.



8. Preview dan Menyimpan Gambar

Sebelum Qmu menyimpan gambar Header yang telah qmu buat, qmu bisa mencoba melihat tampilan gambar header qmu di browser, buka menu Options -> Preview in Browser. Setelah semua oke, simpan gambar mu melalui menu File -> Save JPG. Atau File -> Save XHF. File JPG siap di-upload ke blog mu, sedangkan file XHF bisa diedit ulang jika qmu mau.

Nakh, proses-nya sudah selesai. Sekarang silahkan download Free Software-nya Disini dan jika qmu belum punya software download yang oke punya, qmu bisa baca referensi-nya serta bisa download Disini.

Selamat Mencoba dan berkreasi (catatan : gambar header diatas hanyalah ilustrasi).

Ni contoh herder yg Qu bwt...^_^...hihihi



Nah....Met mencoba yh....^_^

Kamis, 19 November 2009

bekerja sambil kuliah (atau sebaliknya) apakah memyenangkan tw sebaliknya??Buat sy bekerja + kuliah bkn hal yg gampang dan ternyata sulit.yeah...awalnya sy mengira kuliah dan bekerja itu sgt menyenangkan..disamping qta dpt ilmu,jg dpt menambh tmn dn kolega.
tapi setelah menjalani nya...,wah ternyata bekerja dan kuliah itu sesuatu yg sgt sulit.
buat sy yg bekerja dari pgi smpai sore dan langsung di lnjutkan kuliah smpai mlm yh membuat waktu untuk keluarga dan teman menjadi smakin sedikit.Yh mklum,sya hnya mmpunyai wktu lbur hri minggu aj....
tp buat sya klo gk kerja ntr gk mkn!(yeah lebay) n klo g kuliah,mlu dong dgn tmn2 yg ntar sukses sy g sukses...^_^
buat sy kuliah dan bekerja adlh sesuatu yg sgt pnting bwt masa dpn sy k dpn...
soalnya sy berfikir...ntr klo dh selesai kuliah (amin...!!) sy bs cri kerja yg lbh baik,di smping sy mempunyai "title",sy jg mmpunyai pengalaman kerja.
Mang bnr kata org,untk mendptkan sesuatu yg sgt berharga, qta jg hrus mengorbankan milik qta yg berharga.oleh krn itu,sy tlh siap mengorbankan waktu sy (bersama tmn dn kluarga) untuk mncpai ms dpn yg lbh baik.
"bersakit-sakit dahulu,bersenag-senang kemudian...."

Read More......

Dilema kuliah sambil kerja...

bekerja sambil kuliah (atau sebaliknya) apakah memyenangkan tw sebaliknya??Buat sy bekerja + kuliah bkn hal yg gampang dan ternyata sulit.yeah...awalnya sy mengira kuliah dan bekerja itu sgt menyenangkan..disamping qta dpt ilmu,jg dpt menambh tmn dn kolega.
tapi setelah menjalani nya...,wah ternyata bekerja dan kuliah itu sesuatu yg sgt sulit.
buat sy yg bekerja dari pgi smpai sore dan langsung di lnjutkan kuliah smpai mlm yh membuat waktu untuk keluarga dan teman menjadi smakin sedikit.Yh mklum,sya hnya mmpunyai wktu lbur hri minggu aj....
tp buat sya klo gk kerja ntr gk mkn!(yeah lebay) n klo g kuliah,mlu dong dgn tmn2 yg ntar sukses sy g sukses...^_^
buat sy kuliah dan bekerja adlh sesuatu yg sgt pnting bwt masa dpn sy k dpn...
soalnya sy berfikir...ntr klo dh selesai kuliah (amin...!!) sy bs cri kerja yg lbh baik,di smping sy mempunyai "title",sy jg mmpunyai pengalaman kerja.
Mang bnr kata org,untk mendptkan sesuatu yg sgt berharga, qta jg hrus mengorbankan milik qta yg berharga.oleh krn itu,sy tlh siap mengorbankan waktu sy (bersama tmn dn kluarga) untuk mncpai ms dpn yg lbh baik.
"bersakit-sakit dahulu,bersenag-senang kemudian...."

Suatu hari di rumah sakit kota Pisco (Peru), datang seorang wanita India yang berasal dari kaki bukit pegunungan Andes. Bersamanya ada seorang gadis kecil pemalu dengan tinggi kira-kira 120cm dengan rambut dikepang dan perut yang membuncit. Dia memohon pada dokter bedah Geraldo Lozada agar membantunya mengusir roh jahat yang menguasai gadis itu. Sang dokter jelas menduganya sebagai penyakit semacam tumor di perutnya, tapi akhirnya terkaget-kaget ketika diketahuinya bahwa gadis kecil yang bernama Lina Medina itu sedang hamil 8 bulan!



Dr. Lozada lalu membawanya ke Lima, ibukota Peru, untuk memastikan kehamilan Lina pada spesialis lainnya. Satu setengah bulan kemudian, tanggal 14 Mei 1939, Lina melahirkan bayi laki-lakinya melalui operasi caesar. Operasi dilakukan oleh Dr. Lozada dan Dr. Busalleu, beserta seorang dokter anastesi Colretta. Kasus ini dilaporkan oleh Dr. Edmundo Escomel kepada La Presse Medicale, disertai detail tambahan bahwa gadis itu telah mendapatkan haid pada usia 8 bulan, dan payudaranya mulai tumbuh pada usia 4 tahun. Saat usianya 5 tahun panggulnya mulai melebar dan tulangnya mengalami pendewasaan dini.



Anak laki-laki yang dilahirkannya memiliki berat 2,7 kg dan diberi nama Gerardo, mengikuti nama dokternya. Saat tumbuh Gerardo menganggap Lina sebagai kakaknya hingga saat usianya 10 tahun dia baru menyadari bahwa Lina adalah ibu kandungnya. Gerardo diketahui meninggal pada tahun 1979 di usia 40 tahun akibat penyakit pada sumsum tulangnya.

Siapa yang bertanggung jawab atas kehamilan Lina tidak pernah ada bukti yang kuat. Dr. Escomel hanya menulis bahwa Lina "tidak bisa menjelaskannya secara detail". Ayah Lina pernah ditangkap atas tuduhan perkosaan dan incest, tapi kemudian dilepaskan karena memang tidak ada bukti yang menguatkannya. Lina Medina akhirnya menikah dengan Raul Jurado yang kemudian menjadi ayah bagi anak keduanya yang lahir pada tahun 1972. Mereka tinggal di daerah miskin yang disebut Chicago Chico ("Little Chicago") di Lima. Lina pernah menolak untuk diwawancarai Reuters di tahun 2002.

Ada dua foto yang pernah dipublikasikan atas kasus ini. Yang pertama diambil di awal April 1939 saat Media sedang hamil 7,5 bulan. Diambil dari sisi kiri Medina, memperlihatkan dia berdiri telanjang dengan perut buncitnya. Foto ini menjadi sangat berharga untuk membuktikan kehamilannya juga perkembangan psikisnya. Foto ini tidak banyak diketahui kecuali dalam lingkungan medis saja. Foto lainnya dengan hasil yang lebih baik memperlihatkan Gerardo saat berusia 11 bulan, diambil di Lima setahun kemudian.


Kasus ini beberapa kali dibantah sebagai bualan alias hoax. Meski demikian sejumlah dokter selama bertahun-tahun telah memverifikasinya melalui biopsis, sinar-X rangka janin pada rahim, dan foto-foto dokumentasi dari para dokter saat merawatnya. Kedewasaan atau puber yang belum waktunya secara ekstrem seperti ini memang tidak biasa terjadi pada anak usia 5 tahun tapi bukannya tidak pernah terdengar. Kehamilan dan kelahiran dari anak pada usia seperti ini sangat jarang karena pubertas ekstrem yang belum waktunya ini biasanya diobati untuk mencegah kesuburannya dan mengurangi konsekuensi sosial pada perkembangan seksual di masa anak-anak, dan ditambah lagi saat ini pengguguran kandungan telah menjadi hal biasa ketimbang pada awal abad 20 lalu.

Kasus-kasus Kelahiran Luar Biasa Lainnya

Bobbie McCaughey adalah seorang ibu yang memegang rekor untuk kelahiran bayi terbanyak yang hidup pada proses persalinan tunggal. Dia melahirkan anaknya - sekaligus satu paket - 4 laki-laki dan 3 perempuan pada tanggal 19 November 1997 di University Hospital, Iowa, USA. Ibu ini mengandung bayinya melalui proses vitro fertilization dan melahirkan melalui operasi caesar. Bayi-bayinya tersebut dikeluarkan dalam waktu 16 menit dan diberi nama Kenneth, Nathaniel, Brandon, Joel, Kelsey, Natalie, dan Alexis.

Jayne Bleackley hingga saat ini masih memegang rekor interval terpendek antara dua kelahiran dan kehamilan yang berbeda. Wanita ini melahirkan Joseph Robert pada tanggal 3 September 1999 dan kemudian melahirkan kembali bayi berikutnya pada tanggal 30 Maret 2000. Kelahiran mereka hanya berjarak 208 hari (sekitar 7 bulan). Rajin amat yaaa...

Sebaliknya, Elizabeth Ann Buttle adalah seorang ibu pemegang rekor interval terlama antara dua kelahiran dan kehamilan yang berbeda. Ibu satu ini melahirkan Belinda pada tanggal 19 Mei 1956 dan 41 tahun 185 hari kemudian lahirlah adiknya, Joseph, pada tanggal 20 November 1997 saat usia ibunya menginjak 60 tahun.

Jumlah anak tertinggi yang pernah dicatat dipegang oleh seorang ibu asal Rusia dengan 69 anak. Antara tahun 1725 dan 1765 wanita ini mengalami 27 kehamilan, 16 diantaranya melahirkan pasangan kembar, 7 lagi menghasilkan kembar tiga, dan 4 sisanya merupakan kembar empat. Dari sekian banyak anak ini 67 diantaranya bertahan hidup.

Di masa sekarang rekor dunia jumlah anak dipegang oleh Leontina Albina dari San Antonio, Chili. Leontina mengklaim dirinya adalah ibu dari 64 anak, yang 55 diantaranya terdokumentasi. Tahun 1999 namanya masuk di Guinness Book of World Records tetapi pada edisi beikutnya namanya menghilang.

Read More......

Ibu Termuda di Dunia Berusia 5 Tahun

Suatu hari di rumah sakit kota Pisco (Peru), datang seorang wanita India yang berasal dari kaki bukit pegunungan Andes. Bersamanya ada seorang gadis kecil pemalu dengan tinggi kira-kira 120cm dengan rambut dikepang dan perut yang membuncit. Dia memohon pada dokter bedah Geraldo Lozada agar membantunya mengusir roh jahat yang menguasai gadis itu. Sang dokter jelas menduganya sebagai penyakit semacam tumor di perutnya, tapi akhirnya terkaget-kaget ketika diketahuinya bahwa gadis kecil yang bernama Lina Medina itu sedang hamil 8 bulan!



Dr. Lozada lalu membawanya ke Lima, ibukota Peru, untuk memastikan kehamilan Lina pada spesialis lainnya. Satu setengah bulan kemudian, tanggal 14 Mei 1939, Lina melahirkan bayi laki-lakinya melalui operasi caesar. Operasi dilakukan oleh Dr. Lozada dan Dr. Busalleu, beserta seorang dokter anastesi Colretta. Kasus ini dilaporkan oleh Dr. Edmundo Escomel kepada La Presse Medicale, disertai detail tambahan bahwa gadis itu telah mendapatkan haid pada usia 8 bulan, dan payudaranya mulai tumbuh pada usia 4 tahun. Saat usianya 5 tahun panggulnya mulai melebar dan tulangnya mengalami pendewasaan dini.



Anak laki-laki yang dilahirkannya memiliki berat 2,7 kg dan diberi nama Gerardo, mengikuti nama dokternya. Saat tumbuh Gerardo menganggap Lina sebagai kakaknya hingga saat usianya 10 tahun dia baru menyadari bahwa Lina adalah ibu kandungnya. Gerardo diketahui meninggal pada tahun 1979 di usia 40 tahun akibat penyakit pada sumsum tulangnya.

Siapa yang bertanggung jawab atas kehamilan Lina tidak pernah ada bukti yang kuat. Dr. Escomel hanya menulis bahwa Lina "tidak bisa menjelaskannya secara detail". Ayah Lina pernah ditangkap atas tuduhan perkosaan dan incest, tapi kemudian dilepaskan karena memang tidak ada bukti yang menguatkannya. Lina Medina akhirnya menikah dengan Raul Jurado yang kemudian menjadi ayah bagi anak keduanya yang lahir pada tahun 1972. Mereka tinggal di daerah miskin yang disebut Chicago Chico ("Little Chicago") di Lima. Lina pernah menolak untuk diwawancarai Reuters di tahun 2002.

Ada dua foto yang pernah dipublikasikan atas kasus ini. Yang pertama diambil di awal April 1939 saat Media sedang hamil 7,5 bulan. Diambil dari sisi kiri Medina, memperlihatkan dia berdiri telanjang dengan perut buncitnya. Foto ini menjadi sangat berharga untuk membuktikan kehamilannya juga perkembangan psikisnya. Foto ini tidak banyak diketahui kecuali dalam lingkungan medis saja. Foto lainnya dengan hasil yang lebih baik memperlihatkan Gerardo saat berusia 11 bulan, diambil di Lima setahun kemudian.


Kasus ini beberapa kali dibantah sebagai bualan alias hoax. Meski demikian sejumlah dokter selama bertahun-tahun telah memverifikasinya melalui biopsis, sinar-X rangka janin pada rahim, dan foto-foto dokumentasi dari para dokter saat merawatnya. Kedewasaan atau puber yang belum waktunya secara ekstrem seperti ini memang tidak biasa terjadi pada anak usia 5 tahun tapi bukannya tidak pernah terdengar. Kehamilan dan kelahiran dari anak pada usia seperti ini sangat jarang karena pubertas ekstrem yang belum waktunya ini biasanya diobati untuk mencegah kesuburannya dan mengurangi konsekuensi sosial pada perkembangan seksual di masa anak-anak, dan ditambah lagi saat ini pengguguran kandungan telah menjadi hal biasa ketimbang pada awal abad 20 lalu.

Kasus-kasus Kelahiran Luar Biasa Lainnya

Bobbie McCaughey adalah seorang ibu yang memegang rekor untuk kelahiran bayi terbanyak yang hidup pada proses persalinan tunggal. Dia melahirkan anaknya - sekaligus satu paket - 4 laki-laki dan 3 perempuan pada tanggal 19 November 1997 di University Hospital, Iowa, USA. Ibu ini mengandung bayinya melalui proses vitro fertilization dan melahirkan melalui operasi caesar. Bayi-bayinya tersebut dikeluarkan dalam waktu 16 menit dan diberi nama Kenneth, Nathaniel, Brandon, Joel, Kelsey, Natalie, dan Alexis.

Jayne Bleackley hingga saat ini masih memegang rekor interval terpendek antara dua kelahiran dan kehamilan yang berbeda. Wanita ini melahirkan Joseph Robert pada tanggal 3 September 1999 dan kemudian melahirkan kembali bayi berikutnya pada tanggal 30 Maret 2000. Kelahiran mereka hanya berjarak 208 hari (sekitar 7 bulan). Rajin amat yaaa...

Sebaliknya, Elizabeth Ann Buttle adalah seorang ibu pemegang rekor interval terlama antara dua kelahiran dan kehamilan yang berbeda. Ibu satu ini melahirkan Belinda pada tanggal 19 Mei 1956 dan 41 tahun 185 hari kemudian lahirlah adiknya, Joseph, pada tanggal 20 November 1997 saat usia ibunya menginjak 60 tahun.

Jumlah anak tertinggi yang pernah dicatat dipegang oleh seorang ibu asal Rusia dengan 69 anak. Antara tahun 1725 dan 1765 wanita ini mengalami 27 kehamilan, 16 diantaranya melahirkan pasangan kembar, 7 lagi menghasilkan kembar tiga, dan 4 sisanya merupakan kembar empat. Dari sekian banyak anak ini 67 diantaranya bertahan hidup.

Di masa sekarang rekor dunia jumlah anak dipegang oleh Leontina Albina dari San Antonio, Chili. Leontina mengklaim dirinya adalah ibu dari 64 anak, yang 55 diantaranya terdokumentasi. Tahun 1999 namanya masuk di Guinness Book of World Records tetapi pada edisi beikutnya namanya menghilang.

Rabu, 18 November 2009

Pada suatu hari yang gelap di musim gugur 1942, udara
dingin, sangat dingin. Hari itu tak ada bedanya dengan
hari-hari lain di kamp konsentrasi Nazi. Aku berdiri menggigil
dalam pakaian compang-camping yang tipis, masih
tak percaya bahwa mimpi buruk ini benar-benar terjadi.

ku hanya seorang anak laki-laki. Seharusnya aku bermain-main
bersama kawan-kawanku; seharusnya aku pergi ke
sekolah; seharusnya aku bersemangat menyongsong masa
depanku, ketika aku akan menjadi dewasa, menikah, dan
membangun keluargaku sendiri. Tetapi, semua impian itu
hanya pantas untuk mereka yang masih hidup, dan aku
bukan lagi salah satu dari mereka. Aku nyaris mati, mencoba
bertahan hidup dari hari ke hari, dari jam ke jam,
sejak aku diseret dari rumahku dan dibawa ke sini bersama
puluhan ribu orang Yahudi lainnya.

Apakah besok aku masih hidup?
Apakah malam ini aku akan dibawa ke kamar gas?
Aku berjalan mondar-mandir di dekat pagar kawat berduri,
mencoba menghangatkan tubuhku yang kedinginan.
Aku lapar, tetapi sudah sejak lama aku kelaparan, lebih
lama dari yang ingin kuingat-ingat. Aku selalu kelaparan.
Makanan yang layak sepertinya hanya ada dalam mimpi.
Setiap hari semakin banyak di antara kami menghilang
begitu saja, masa lalu yang bahagia tampak semakin samar.
Aku kian tenggelam dalam keputusasaan.

Tiba-tiba, aku melihat seorang anak perempuan berjalan
di balik pagar kawat berduri. Anak itu berhenti dan memandangku
dengan mata sedih, mata yang seakan berkata
bahwa dia mengerti, bahwa dia juga tidak bisa menemukan
jawab mengapa aku ada di sini. Aku ingin membuang
pandang, aku malu dan canggung karena anak perempuan
asing itu melihatku dalam keadaan seperti ini. Tetapi, aku
tak kuasa mengalihkan mataku dari matanya.
Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengeluarkan
sebutir apel merah. Apel yang cantik, merah kemilau.

Sudah berapa lamakah sejak terakhir kalinya aku melihat apel
seranum itu?! Dengan waspada dia menoleh ke kanan dan
ke kiri, lalu sambil tersenyum penuh kemenangan cepatcepat
melemparkan apel itu melewati atas pagar. Aku lari
memungutnya, memeganginya dengan jari-jariku yang gemetar
dan membeku. Dalam duniaku yang penuh kematian,
apel itu menjadi lambang kehidupan, lambang cinta. Aku
mengangkat wajahku dan melihatnya menghilang di kejauhan.
Esok harinya, aku tak dapat menahan diri—pada waktu
yang sama aku berdiri di tempat yang sama, di dekat
pagar. Apakah aku gila mengharapkan dia datang lagi? Tentu
saja. Tetapi, di dalam hati aku bergantung pada seiris harapan
tipis. Dia telah memberiku harapan, aku harus bergantung
erat pada harapan itu.

Sekali lagi, dia datang. Sekali lagi, dia membawakan sebutir
apel untukku, melemparkannya lewat atas pagar
sambil tersenyum manis seperti kemarin.
Kali ini apel itu kutangkap, lalu kupegang tinggi-tinggi
agar dia melihatnya. Matanya berbinar. Apakah dia mengasihaniku?
Mungkin. Aku tidak peduli. Aku cukup senang
bisa memandangnya. Dan untuk pertama kalinya sejak sekian
lama, aku merasa hatiku bergetar karena luapan perasaanku.
Tujuh bulan lamanya kami bertemu seperti itu. Kadangkadang
kami bertukar kata. Kadang-kadang, hanya sebutir
apel. Tetapi, bukan hanya perutku yang diberinya makanan.
Dia bagaikan malaikat dari surga. Dia memberi makanan
untuk jiwaku. Dan entah bagaimana, aku tahu aku juga
memberinya makanan.

Suatu hari, aku mendengar kabar mengerikan: kami
akan dipindahkan ke kamp lain. Itu bisa berarti kiamat
bagiku. Yang jelas, itu merupakan akhir pertemuanku dengan
kawanku itu.

Esok harinya ketika aku menyapanya, dengan hati
hancur kukatakan apa yang nyaris tak kuasa kusampaikan,
“Besok jangan bawakan aku apel,” kataku kepadanya.
“Aku akan dipindahkan ke kamp lain. Kita takkan pernah
bertemu lagi.” Sebelum kehilangan kendali atas diriku, aku
berbalik dan berlari menjauhi pagar. Aku tak sanggup
menoleh ke belakang. Kalau aku menoleh, aku tahu dia
akan melihatku berdiri canggung sementara air mata
mengalir membasahi wajahku.

Bulan demi bulan berlalu. Mimpi buruk itu terus
berlanjut. Tetapi kenangan akan anak perempuan itu mem-
bantuku mengatasi saat-saat mengerikan, rasa sakit, dan
rasa putus asa. Berkali-kali aku melihatnya dengan mata
pikiranku; aku melihat wajahnya dan matanya yang lembut.
Aku mendengar kata-katanya yang lembut dan
mencecap manisnya apel-apel itu.

Sampai pada suatu hari, mimpi buruk itu tiba-tiba
berakhir. Perang sudah selesai. Kami yang masih hidup
dibebaskan. Aku telah kehilangan semua milikku yang
berharga, termasuk keluargaku. Tetapi aku masih menyimpan
kenangan akan anak perempuan itu, kenangan yang
kusimpan dalam hati dan memberiku kemauan untuk
meneruskan hidupku setelah aku pindah ke Amerika untuk
memulai hidup baru.

Tahun-tahun berlalu. Sampai tahun 1957. Saat itu aku
tinggal di New York City. Seorang kawan memaksaku
melakukan kencan buta dengan seorang wanita kawannya.
Dengan enggan, aku menyetujuinya. Ternyata wanita
itu manis, namanya Roma. Seperti aku, dia juga seorang
imigran. Dengan begitu setidak-tidaknya kami punya persamaan.
“Di mana kau selama masa perang?” Roma bertanya
kepadaku, dengan cara halus seperti umumnya para imigran
yang saling bertanya tentang tahun-tahun itu.
“Aku ada di sebuah kamp konsentrasi di Jerman,” jawabku.
Mata Roma tampak menerawang, seakan-akan dia ingat
sesuatu yang manis namun membuatnya sedih.

“Ada apa?” tanyaku.

“Aku ingat masa laluku, Herman,” Roma menjelaskan
dengan suara yang tiba-tiba menjadi sangat lembut. “Wak-
tu masih kecil, aku tinggal dekat sebuah kamp konsentrasi.
Di sana ada seorang anak laki-laki, seorang tahanan.
Selama beberapa bulan aku selalu mengunjunginya setiap
hari. Aku ingat, aku biasa membawakan apel untuknya.
Aku selalu melemparkan apel itu lewat atas pagar. Anak
itu senang sekali.”

Roma mendesah panjang, lalu meneruskan, “Sulit menggambarkan
bagaimana perasaan kami masing-masing—
bagaimanapun waktu itu kami masih muda sekali. Bahkan
jika situasi memungkinkan pun kami hanya bertukar beberapa
kata—tetapi aku yakin, waktu itu di antara kami
tumbuh cinta yang tulus. Aku yakin dia pasti dibunuh seperti
yang lain-lain. Tetapi, aku tak sanggup membayangkan
itu. Karenanya, aku berusaha mengenangkan dia seperti
yang kulihat di bulan-bulan itu, ketika kami sedang bersama-
sama.”

Dengan jantung berdegup kencang hingga kupikir
nyaris meledak, aku menatap Roma lekat-lekat dan bertanya,
“Apakah pada suatu hari anak laki-laki itu berkata kepadamu,
‘Besok jangan bawakan aku apel. Aku akan dipindahkan
ke kamp lain’?”

“Wah, ya,” sahut Roma, suaranya bergetar.

“Tapi, Herman, bagaimana mungkin kau bisa tahu itu?”

Aku meraih tangannya dan menjawab, “Karena aku
adalah anak laki-laki itu, Roma.”

Detik-detik berlalu lambat. Yang ada hanya keheningan.
Kami tak dapat mengalihkan mata kami. Lama kami saling
memandang. Kemudian, setelah tirai waktu terangkat,
kami mengenali jiwa di balik mata yang saling bertatapan,
kami mengenali kawan yang manis dan pernah sangat
kami cintai, yang selalu kami cintai, yang tak pernah
hilang dari kenangan kami.

Akhirnya, aku berkata, “Roma, aku pernah dipisahkan
darimu. Sekarang aku tidak ingin dipisahkan lagi darimu.
Sekarang aku bebas, aku ingin selalu bersamamu, selamanya.
Sayangku, maukah kau menikah denganku?”

Aku melihat binar-binar yang sama di mata yang dulu
sering kupandangi itu ketika Roma menjawab, “Ya, aku
mau menikah denganmu.” Lalu kami berpelukan, pelukan
yang sudah kami dambakan selama berbulan-bulan, tetapi
terhalang oleh, pagar kawat berduri yang memisahkan
kami. Sekarang, tak ada lagi yang akan memisahkan kami.
Hampir empat puluh tahun telah berlalu sejak aku
menemukan Roma-ku lagi. Nasib mempertemukan kami
untuk pertama kalinya di masa perang, untuk menunjukkan
kepadaku adanya janji harapan. Sekarang, nasib pula yang
mempersatukan kami untuk menunaikan janji itu.

Hari Valentine tahun 1996. Kuajak Roma ke acara
Oprah Winfrey Show untuk menghormatinya di siaran
televisi nasional. Di depan jutaan pemirsa, aku ingin mengatakan
kepadanya apa yang kurasakan dalam hatiku
setiap hari:

“Kekasihku, kau memberiku makanan di kamp konsentrasi
ketika aku kelaparan. Aku akan tetap lapar dan
dahaga akan sesuatu yang rasanya takkan pernah cukup
kuperoleh: Aku lapar dan dahaga akan cintamu.”

Herman dan Roma Rosenblat
Seperti diceritakan kepada Barbara De Angelis, Ph.D.

Read More......

Kisah Nyata - Cinta Bersemi setelah 40 tahun berpisah

Pada suatu hari yang gelap di musim gugur 1942, udara
dingin, sangat dingin. Hari itu tak ada bedanya dengan
hari-hari lain di kamp konsentrasi Nazi. Aku berdiri menggigil
dalam pakaian compang-camping yang tipis, masih
tak percaya bahwa mimpi buruk ini benar-benar terjadi.

ku hanya seorang anak laki-laki. Seharusnya aku bermain-main
bersama kawan-kawanku; seharusnya aku pergi ke
sekolah; seharusnya aku bersemangat menyongsong masa
depanku, ketika aku akan menjadi dewasa, menikah, dan
membangun keluargaku sendiri. Tetapi, semua impian itu
hanya pantas untuk mereka yang masih hidup, dan aku
bukan lagi salah satu dari mereka. Aku nyaris mati, mencoba
bertahan hidup dari hari ke hari, dari jam ke jam,
sejak aku diseret dari rumahku dan dibawa ke sini bersama
puluhan ribu orang Yahudi lainnya.

Apakah besok aku masih hidup?
Apakah malam ini aku akan dibawa ke kamar gas?
Aku berjalan mondar-mandir di dekat pagar kawat berduri,
mencoba menghangatkan tubuhku yang kedinginan.
Aku lapar, tetapi sudah sejak lama aku kelaparan, lebih
lama dari yang ingin kuingat-ingat. Aku selalu kelaparan.
Makanan yang layak sepertinya hanya ada dalam mimpi.
Setiap hari semakin banyak di antara kami menghilang
begitu saja, masa lalu yang bahagia tampak semakin samar.
Aku kian tenggelam dalam keputusasaan.

Tiba-tiba, aku melihat seorang anak perempuan berjalan
di balik pagar kawat berduri. Anak itu berhenti dan memandangku
dengan mata sedih, mata yang seakan berkata
bahwa dia mengerti, bahwa dia juga tidak bisa menemukan
jawab mengapa aku ada di sini. Aku ingin membuang
pandang, aku malu dan canggung karena anak perempuan
asing itu melihatku dalam keadaan seperti ini. Tetapi, aku
tak kuasa mengalihkan mataku dari matanya.
Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengeluarkan
sebutir apel merah. Apel yang cantik, merah kemilau.

Sudah berapa lamakah sejak terakhir kalinya aku melihat apel
seranum itu?! Dengan waspada dia menoleh ke kanan dan
ke kiri, lalu sambil tersenyum penuh kemenangan cepatcepat
melemparkan apel itu melewati atas pagar. Aku lari
memungutnya, memeganginya dengan jari-jariku yang gemetar
dan membeku. Dalam duniaku yang penuh kematian,
apel itu menjadi lambang kehidupan, lambang cinta. Aku
mengangkat wajahku dan melihatnya menghilang di kejauhan.
Esok harinya, aku tak dapat menahan diri—pada waktu
yang sama aku berdiri di tempat yang sama, di dekat
pagar. Apakah aku gila mengharapkan dia datang lagi? Tentu
saja. Tetapi, di dalam hati aku bergantung pada seiris harapan
tipis. Dia telah memberiku harapan, aku harus bergantung
erat pada harapan itu.

Sekali lagi, dia datang. Sekali lagi, dia membawakan sebutir
apel untukku, melemparkannya lewat atas pagar
sambil tersenyum manis seperti kemarin.
Kali ini apel itu kutangkap, lalu kupegang tinggi-tinggi
agar dia melihatnya. Matanya berbinar. Apakah dia mengasihaniku?
Mungkin. Aku tidak peduli. Aku cukup senang
bisa memandangnya. Dan untuk pertama kalinya sejak sekian
lama, aku merasa hatiku bergetar karena luapan perasaanku.
Tujuh bulan lamanya kami bertemu seperti itu. Kadangkadang
kami bertukar kata. Kadang-kadang, hanya sebutir
apel. Tetapi, bukan hanya perutku yang diberinya makanan.
Dia bagaikan malaikat dari surga. Dia memberi makanan
untuk jiwaku. Dan entah bagaimana, aku tahu aku juga
memberinya makanan.

Suatu hari, aku mendengar kabar mengerikan: kami
akan dipindahkan ke kamp lain. Itu bisa berarti kiamat
bagiku. Yang jelas, itu merupakan akhir pertemuanku dengan
kawanku itu.

Esok harinya ketika aku menyapanya, dengan hati
hancur kukatakan apa yang nyaris tak kuasa kusampaikan,
“Besok jangan bawakan aku apel,” kataku kepadanya.
“Aku akan dipindahkan ke kamp lain. Kita takkan pernah
bertemu lagi.” Sebelum kehilangan kendali atas diriku, aku
berbalik dan berlari menjauhi pagar. Aku tak sanggup
menoleh ke belakang. Kalau aku menoleh, aku tahu dia
akan melihatku berdiri canggung sementara air mata
mengalir membasahi wajahku.

Bulan demi bulan berlalu. Mimpi buruk itu terus
berlanjut. Tetapi kenangan akan anak perempuan itu mem-
bantuku mengatasi saat-saat mengerikan, rasa sakit, dan
rasa putus asa. Berkali-kali aku melihatnya dengan mata
pikiranku; aku melihat wajahnya dan matanya yang lembut.
Aku mendengar kata-katanya yang lembut dan
mencecap manisnya apel-apel itu.

Sampai pada suatu hari, mimpi buruk itu tiba-tiba
berakhir. Perang sudah selesai. Kami yang masih hidup
dibebaskan. Aku telah kehilangan semua milikku yang
berharga, termasuk keluargaku. Tetapi aku masih menyimpan
kenangan akan anak perempuan itu, kenangan yang
kusimpan dalam hati dan memberiku kemauan untuk
meneruskan hidupku setelah aku pindah ke Amerika untuk
memulai hidup baru.

Tahun-tahun berlalu. Sampai tahun 1957. Saat itu aku
tinggal di New York City. Seorang kawan memaksaku
melakukan kencan buta dengan seorang wanita kawannya.
Dengan enggan, aku menyetujuinya. Ternyata wanita
itu manis, namanya Roma. Seperti aku, dia juga seorang
imigran. Dengan begitu setidak-tidaknya kami punya persamaan.
“Di mana kau selama masa perang?” Roma bertanya
kepadaku, dengan cara halus seperti umumnya para imigran
yang saling bertanya tentang tahun-tahun itu.
“Aku ada di sebuah kamp konsentrasi di Jerman,” jawabku.
Mata Roma tampak menerawang, seakan-akan dia ingat
sesuatu yang manis namun membuatnya sedih.

“Ada apa?” tanyaku.

“Aku ingat masa laluku, Herman,” Roma menjelaskan
dengan suara yang tiba-tiba menjadi sangat lembut. “Wak-
tu masih kecil, aku tinggal dekat sebuah kamp konsentrasi.
Di sana ada seorang anak laki-laki, seorang tahanan.
Selama beberapa bulan aku selalu mengunjunginya setiap
hari. Aku ingat, aku biasa membawakan apel untuknya.
Aku selalu melemparkan apel itu lewat atas pagar. Anak
itu senang sekali.”

Roma mendesah panjang, lalu meneruskan, “Sulit menggambarkan
bagaimana perasaan kami masing-masing—
bagaimanapun waktu itu kami masih muda sekali. Bahkan
jika situasi memungkinkan pun kami hanya bertukar beberapa
kata—tetapi aku yakin, waktu itu di antara kami
tumbuh cinta yang tulus. Aku yakin dia pasti dibunuh seperti
yang lain-lain. Tetapi, aku tak sanggup membayangkan
itu. Karenanya, aku berusaha mengenangkan dia seperti
yang kulihat di bulan-bulan itu, ketika kami sedang bersama-
sama.”

Dengan jantung berdegup kencang hingga kupikir
nyaris meledak, aku menatap Roma lekat-lekat dan bertanya,
“Apakah pada suatu hari anak laki-laki itu berkata kepadamu,
‘Besok jangan bawakan aku apel. Aku akan dipindahkan
ke kamp lain’?”

“Wah, ya,” sahut Roma, suaranya bergetar.

“Tapi, Herman, bagaimana mungkin kau bisa tahu itu?”

Aku meraih tangannya dan menjawab, “Karena aku
adalah anak laki-laki itu, Roma.”

Detik-detik berlalu lambat. Yang ada hanya keheningan.
Kami tak dapat mengalihkan mata kami. Lama kami saling
memandang. Kemudian, setelah tirai waktu terangkat,
kami mengenali jiwa di balik mata yang saling bertatapan,
kami mengenali kawan yang manis dan pernah sangat
kami cintai, yang selalu kami cintai, yang tak pernah
hilang dari kenangan kami.

Akhirnya, aku berkata, “Roma, aku pernah dipisahkan
darimu. Sekarang aku tidak ingin dipisahkan lagi darimu.
Sekarang aku bebas, aku ingin selalu bersamamu, selamanya.
Sayangku, maukah kau menikah denganku?”

Aku melihat binar-binar yang sama di mata yang dulu
sering kupandangi itu ketika Roma menjawab, “Ya, aku
mau menikah denganmu.” Lalu kami berpelukan, pelukan
yang sudah kami dambakan selama berbulan-bulan, tetapi
terhalang oleh, pagar kawat berduri yang memisahkan
kami. Sekarang, tak ada lagi yang akan memisahkan kami.
Hampir empat puluh tahun telah berlalu sejak aku
menemukan Roma-ku lagi. Nasib mempertemukan kami
untuk pertama kalinya di masa perang, untuk menunjukkan
kepadaku adanya janji harapan. Sekarang, nasib pula yang
mempersatukan kami untuk menunaikan janji itu.

Hari Valentine tahun 1996. Kuajak Roma ke acara
Oprah Winfrey Show untuk menghormatinya di siaran
televisi nasional. Di depan jutaan pemirsa, aku ingin mengatakan
kepadanya apa yang kurasakan dalam hatiku
setiap hari:

“Kekasihku, kau memberiku makanan di kamp konsentrasi
ketika aku kelaparan. Aku akan tetap lapar dan
dahaga akan sesuatu yang rasanya takkan pernah cukup
kuperoleh: Aku lapar dan dahaga akan cintamu.”

Herman dan Roma Rosenblat
Seperti diceritakan kepada Barbara De Angelis, Ph.D.

Minggu, 15 November 2009

Sya mndpt berita ini dri dalmuji.wordpress.com (trima kasih atas infonya)yg di krimi email dr rman nya di amerika...

Allah Maha Kuasa… bahwa manusia berencana, tapi Allah yang menentukan….
inilah gambar produk gagal kloning manusia…..







Read More......

Produk Kloning Manusia yang Gagal!!

Sya mndpt berita ini dri dalmuji.wordpress.com (trima kasih atas infonya)yg di krimi email dr rman nya di amerika...

Allah Maha Kuasa… bahwa manusia berencana, tapi Allah yang menentukan….
inilah gambar produk gagal kloning manusia…..







cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan
adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuat
dari sari/kaldu janin manusia.
'Healthy Soup' yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan
pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 - 8 bulan dapat dibeli
perporsi seharga 3000-4000 RMB(mata uang setempat).

Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan, Taiwan
mengaku sebagai pengkonsumsi tetap 'Healthy Soup'. Sebagai hasilnya,
pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat 'Healthy Soup' ini
mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali
dalam semalam.

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran
yang menyediakan 'Healthy Soup' di kota Fu San - Canton dan
diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk
'Healthy Soup' adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis
makanan tersebut tidak mudah didapat karena mereka tidak tersedia 'ready
stock'. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara
fresh, bukan frozen.

Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang
dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda.
Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy
Soup', dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kota dimana
ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan.

Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2
kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika
kali ini lahir perempuan lagi, maka 'Healthy Soup' dapat didapat dalam
waktu dekat.

Cara pembuatan 'Healthy Soup', seperti yang diceritakan oleh jurnalis
yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut: Janin yang berumur
beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging
ayam dan Baikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya
memasak sup.








Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk
memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok
untuk 'Healthy Soup'. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer
pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran
tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk
tour ke dapur.

Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar
dari seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut
baru berusia 5 bulan, tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti
itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya
(Masya Allah!!!).

Kali ini, harga per porsi 'Healthy Soup' 3,500 RMB karena stok sedang
sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka
juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau di
gugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB
saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal
2..000 RMB. Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup
atau mati, tidak ada yg mengetahui.

Setelah selesai, 'Healthy Soup' disajikan panas di atas meja, penulis
dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di
dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat
meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan.

Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi
perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China
untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai
sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah
mencapai suatu kondisi yang sangat terkutuk.

Catatan:
Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari
penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai
manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk
menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan apapun. Bangsa
manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun
di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya
bukan berasal dari pemikiran manusia waras. Perhatian : gambar di bawah
berisi gambar-gambar yang sangat memilukan hati. Jangan dilihat jika
tidak yakin anda cukup kuat !!

Read More......

Sup Bayi, masakan penambah birahi?astagfirullah...!!!

cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan
adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuat
dari sari/kaldu janin manusia.
'Healthy Soup' yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan
pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 - 8 bulan dapat dibeli
perporsi seharga 3000-4000 RMB(mata uang setempat).

Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan, Taiwan
mengaku sebagai pengkonsumsi tetap 'Healthy Soup'. Sebagai hasilnya,
pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat 'Healthy Soup' ini
mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali
dalam semalam.

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran
yang menyediakan 'Healthy Soup' di kota Fu San - Canton dan
diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk
'Healthy Soup' adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis
makanan tersebut tidak mudah didapat karena mereka tidak tersedia 'ready
stock'. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara
fresh, bukan frozen.

Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang
dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda.
Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy
Soup', dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kota dimana
ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan.

Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2
kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika
kali ini lahir perempuan lagi, maka 'Healthy Soup' dapat didapat dalam
waktu dekat.

Cara pembuatan 'Healthy Soup', seperti yang diceritakan oleh jurnalis
yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut: Janin yang berumur
beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging
ayam dan Baikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya
memasak sup.








Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk
memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok
untuk 'Healthy Soup'. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer
pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran
tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk
tour ke dapur.

Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar
dari seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut
baru berusia 5 bulan, tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti
itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya
(Masya Allah!!!).

Kali ini, harga per porsi 'Healthy Soup' 3,500 RMB karena stok sedang
sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka
juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau di
gugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB
saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal
2..000 RMB. Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup
atau mati, tidak ada yg mengetahui.

Setelah selesai, 'Healthy Soup' disajikan panas di atas meja, penulis
dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di
dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat
meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan.

Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi
perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China
untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai
sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah
mencapai suatu kondisi yang sangat terkutuk.

Catatan:
Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari
penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai
manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk
menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan apapun. Bangsa
manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun
di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya
bukan berasal dari pemikiran manusia waras. Perhatian : gambar di bawah
berisi gambar-gambar yang sangat memilukan hati. Jangan dilihat jika
tidak yakin anda cukup kuat !!

Dibalik cerita Pendonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan.

Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa
17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota , tak tahu aku bener engga
nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit
hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan
berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk
memelihara anak ini. Syangnya,sang bayi kini menderita leukemia (kanker
darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera.

Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya.
Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia
menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth. Berita pencarian orang ini
membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya. Masalahnya
adalah apakah orang hitam ini berani muncul. Padahal jelas ia akan menghadapi
kesulitan besar, Jika ia berani muncul, ia akan menghadapi masalah
hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia
tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni.

Kisah ini akan berakhir bagaimanakah ? Seorang anak perempuan yang
menderita leukimia ternyata menyimpan suatu kisah yang memalukan di
suatu perkampungan Itali. Martha, 35 thn, adalah wanita yang menjadi
pembicaraan semua orang.

Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua
anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik
perhatian setiap orang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya
tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan
kakeknya berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini.

Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami
demam tinggi.Terakhir, Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan
satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling
cocok untuknya.
Dokter menjelaskan lebih lanjut. Diantara mereka yang ada hubungan darah
dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pendonor
tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk
menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang.

Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani
pemeriksaan. Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka,
dalam kasus seperti Monika ini, mencari pendonor yang cocok sangatlah
kecil kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu carayang paling manjur, yaitu
Martha dan suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak
untuk Monika. Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata
tanpa suara 'Tuhan..kenapa menjadi begini ?'
Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa.
Peterson mengerutkan keningnya berpikir. Dr. Adely berusaha menjelaskan
pada mereka, saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk
menolong nyawa para penderita leukimia, lagi pula cara ini terhadap bayi yang
baru dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya. Hal ini hanya didengarkan
oleh pasangan suami istri tersebut, dan termenung begitu lama. Terakhir
mereka hanya berkata, Biarkan kami memikirkannya kembali.

Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang
kerjanya terbuka, pasangan suami-istri tersebut masuk. Martha menggigit
bibirnya keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata
serius pada dokter, 'Ada suatu hal yang perlu kami beri tahu padamu. Tapi
harap Anda berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan
rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun'. Dr. Adely menganggukkan
kepalanya.

Lalu mereka menceritakan. 'Itu adalah 10 tahun lalu, dimana Martha
ketika pulang kerja telah diperkosa seorang remaja berkulit hitam. Saat Martha
sadar, dan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul 1
malam.
Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk
membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satupun. Malam
itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan kepedihan.
Sepertinya seluruh langit runtuh'.

Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan
kembali . 'Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa
sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik
orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih
mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi
kami. Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan. Maret 1993, Martha
melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa,
pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tetapi ketika
mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi
bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa,
pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama
Monika'.

Mata Dr. Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami kenapa
bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal
yang sangat mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukka n kepala
berkata; 'Memang jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan
sulit untuk mendapatkan donor yang cocok untuk Monika'. Beberapa lama
kemudian, ia memandang Martha dan berkata ' Kelihatannya, kalian harus
mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnyacocok untuk
Monika.Tetapi, apakah kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul
dalam kehidupan kalian ?'

Martha berkata : 'Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya.
Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya' .
Dr. Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu.

Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya
memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama
samaran. November 2002, di koranWayeli termuat berita pencarian ini,
seperti yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan
waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak
perempuan penderita leukimia ! Begitu berita ini keluar, tanggapan
masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr. Adely
bagaikan meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus
bertanya siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat
memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian
mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi
identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap.

Seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini
berakhir. (surat kabar Roma) Berkomentar dengan topik : Orang hitam itu akan
munculkah ?

Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita
sekarang menilainya. Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk
menghakiminya ? Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa
lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini ?

Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporak-porandakan
perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30 tahun. Ia
seorang kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran
terkelam yg merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah
sang pemeran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka, Ajili yang
sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan.
Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang
tak pernah mengenyam dunia pendidikan terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang
begitu pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat
demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya,
bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikann ya.
Tak peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya.
17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang
kerja lebih awal merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah
kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya,
memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul
sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia
bertekad untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan
lebat, tiada seorangpun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk
membalaskan dendamnya akibat pen-diskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang
tak berdosa ini.

Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu
juga ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju
Napulese, meninggalkan kota ini.
Di Napulese , ia bertemu keberuntungannya. Ajili
mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika.
Kedua pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya
dengan anak perempuan mereka, Lina, dan pada akhirnya juga
mempercayainya untuk mengelola toko mereka. Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas,
tak hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3
anak yang lucu. Di mata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili
merupakan bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik. Tapi hati
nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya.

Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita
yang pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup damai dan tentram.

Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun.
Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus
mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Ia tak pernah sedikitpun
membayangkan bahwa wanita malang itu mengandung anaknya, bahkan
menanggung tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah
miliknya.

Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi no.telepon Dr.Adely.
Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, ia telah
menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia
mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini,
anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya
yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan
masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja
kerasnya bertahun-tahun.

Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus
Martha. Sang istri, Lina berkata : 'Aku sangat mengagumi Martha. Bila aku di
posisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil
perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha, ia
sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak yang
demikian.... ' Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan
tiba-tiba mengajukan pertanyaan: 'Kalau begitu, bagaimana kau memandang
pelaku pemerkosaan itu ? Lina menjawab: 'Sedikitpun aku tak akan
memaafkannya !!!'

Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga hanya dapat
meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu
egois, begitu pengecut ! Ia benar-benar seorang pengecut ! demikian istrinya
menjawab dengan dipenuhi api kemarahan. Ajili mendengarkan saja, tak
berani mengatakan kenyataan pada istrinya. Malam itu, anaknya yang baru
berusia 5 tahun begitu rewel tak bersedia tidur, untuk pertama kalinya Ajili
kehilangan kesabaran dan menamparnya. Sang anak sambil menangis berkata:
'Kau ayah yang jahat, aku tak mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau
menjadi ayahku'. Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya, ia pun
memeluk erat-erat sang anak dan berkata: 'Maaf, ayah tak akan memukulmu
lagi. Ayah yang salah, maafkan papa ya'.

Sampai di sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut
dibuatnya, dan buru-buru berkata untuk menenangkan ayahnya : 'Baiklah, kumaafkan,
pa, Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki
kesalahannya. ...'

Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar
dalam neraka. Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu,
dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis
wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri : 'Aku ini
sebenarnya orang baik, atau orang jahat ?' Mendengar bunyi napas
istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri.
Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya yang mulai merasakan
adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian dengan
menanyakan apakah ada masalah. Dan ia mencari alasan tak enak badan untuk
meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya ramah :
'Selamat pagi, manager !' Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi,
dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia merasa
dirinya hampir menjadi gila saja rasanya.

Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Ajili tak dapat lagi
terus diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga
suaranya supaya tetap tenang : 'Aku ingin mengetahui keadaan anak
malang itu. Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr.Adely
menambahkan kalimat terakhirnya berkata: 'Entah apa ia dapat menunggu
hari kemunculan ayah kandungnya'.

Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang paling dalam, suatu
perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga
merupakan darah dagingnya sendiri ! Ia pun membulatkan tekad untuk
menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali
membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun
mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala
rahasianya.

Terakhir ia berkata : 'Sangatlah mungkin bahwa aku adalah ayah Monika.
Aku harus menyelamatkannya' . Lina sangat terkejut, marah dan terluka
mendengar semuanya, ia berteriak marah: 'Kau PEMBOHONG !'.

Malam itu juga ia membawa ketiga anak mereka, dan lari pulang ke rumah
ayah ibunya. Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan
kedua suami-istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah dua orang tua
yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya : 'Memang benar, kita patut
marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi pernahkah
kamu memikirkan, ia dapat menghadirkan dirinya untuk muncul, perlu berapa
banyak keberanian besar. Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum
sepenuhnya terkubur.... Apakah kau mengharapkan seorang suami yang
pernah melakukan kesalahan tapi kini bersedia memperbaiki dirinya, ataukah
seorang suami yang selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya ?'

Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama.
Pagi-pagi di hari kedua, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata
sang suami yang dipenuhi penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata :
'Ajili, pergilah menemui Dr. Adely ! Aku akan menemanimu !'

3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr. Adely.8 Februari,
pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA
Ajili. Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika. Ketika Martha mengetahui
bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan
dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus
memendam dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan
terharu.

Segalanya berlangsung dalam keheningan. Demi untuk melindungi pasangan
Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan jelas
identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan
keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung
Monika telah ditemukan.

Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka
terus-menerus menelepon, menulis suratpada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan
kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka
padanya. Mereka berpendapat : 'Barangkali ia pernah melakukan tindak
pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan !'

10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu
muka langsung dengan Ajili. Awalnya Ajili tak berani untuk menemui
mereka, namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini. 18
Februari, dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung
dengan Ajili.

Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Martha, langkah
kakinya terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya
melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing,
sesaat ketiga orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum
akhirnya air mata mereka bersama-sama mengalir.

Beberapa waktu kemudian, dengan suara serak Ajili berkata :
'Maaf...mohon maafkanlah aku !' Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10
tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung
kepadamu. Martha menjawab : 'Terima kasih kau dapat muncul. Semoga Tuhan
memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku'.

19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili.
Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika Sang
dokter berkata dengan antusias : 'Ini suatu keajaiban !'

22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya
terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika
telah melewati masa kritis. Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS
dengan sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan
secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk
merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely
membawa suratnya bagi mereka.

Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya berkata: 'Aku
tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku berharap Monika
berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama kalian. Bila kalian
menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku, aku akan berusaha
sekuat tenaga untuk membantu kalian. Saat ini juga, aku sangat berterima
kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah yang
memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki
kehidupan yang benar-benar bahagia di separoh usiaku selanjutnya. Ini
adalah hadiah yang ia berikan padaku !'

( Italia post)
"Kita tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita
bisa mengendalikan masa depan dengan berbuat KEBAIKAN mulai hari ini..."

Read More......

Kisah nyata mengharukan dari Italy

Dibalik cerita Pendonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan.

Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa
17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota , tak tahu aku bener engga
nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit
hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan
berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk
memelihara anak ini. Syangnya,sang bayi kini menderita leukemia (kanker
darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera.

Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya.
Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia
menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth. Berita pencarian orang ini
membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya. Masalahnya
adalah apakah orang hitam ini berani muncul. Padahal jelas ia akan menghadapi
kesulitan besar, Jika ia berani muncul, ia akan menghadapi masalah
hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia
tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni.

Kisah ini akan berakhir bagaimanakah ? Seorang anak perempuan yang
menderita leukimia ternyata menyimpan suatu kisah yang memalukan di
suatu perkampungan Itali. Martha, 35 thn, adalah wanita yang menjadi
pembicaraan semua orang.

Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua
anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik
perhatian setiap orang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya
tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan
kakeknya berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini.

Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami
demam tinggi.Terakhir, Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan
satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling
cocok untuknya.
Dokter menjelaskan lebih lanjut. Diantara mereka yang ada hubungan darah
dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pendonor
tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk
menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang.

Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani
pemeriksaan. Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka,
dalam kasus seperti Monika ini, mencari pendonor yang cocok sangatlah
kecil kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu carayang paling manjur, yaitu
Martha dan suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak
untuk Monika. Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata
tanpa suara 'Tuhan..kenapa menjadi begini ?'
Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa.
Peterson mengerutkan keningnya berpikir. Dr. Adely berusaha menjelaskan
pada mereka, saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk
menolong nyawa para penderita leukimia, lagi pula cara ini terhadap bayi yang
baru dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya. Hal ini hanya didengarkan
oleh pasangan suami istri tersebut, dan termenung begitu lama. Terakhir
mereka hanya berkata, Biarkan kami memikirkannya kembali.

Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang
kerjanya terbuka, pasangan suami-istri tersebut masuk. Martha menggigit
bibirnya keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata
serius pada dokter, 'Ada suatu hal yang perlu kami beri tahu padamu. Tapi
harap Anda berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan
rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun'. Dr. Adely menganggukkan
kepalanya.

Lalu mereka menceritakan. 'Itu adalah 10 tahun lalu, dimana Martha
ketika pulang kerja telah diperkosa seorang remaja berkulit hitam. Saat Martha
sadar, dan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul 1
malam.
Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk
membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satupun. Malam
itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan kepedihan.
Sepertinya seluruh langit runtuh'.

Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan
kembali . 'Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa
sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik
orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih
mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi
kami. Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan. Maret 1993, Martha
melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa,
pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tetapi ketika
mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi
bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa,
pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama
Monika'.

Mata Dr. Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami kenapa
bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal
yang sangat mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukka n kepala
berkata; 'Memang jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan
sulit untuk mendapatkan donor yang cocok untuk Monika'. Beberapa lama
kemudian, ia memandang Martha dan berkata ' Kelihatannya, kalian harus
mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnyacocok untuk
Monika.Tetapi, apakah kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul
dalam kehidupan kalian ?'

Martha berkata : 'Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya.
Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya' .
Dr. Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu.

Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya
memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama
samaran. November 2002, di koranWayeli termuat berita pencarian ini,
seperti yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan
waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak
perempuan penderita leukimia ! Begitu berita ini keluar, tanggapan
masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr. Adely
bagaikan meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus
bertanya siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat
memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian
mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi
identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap.

Seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini
berakhir. (surat kabar Roma) Berkomentar dengan topik : Orang hitam itu akan
munculkah ?

Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita
sekarang menilainya. Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk
menghakiminya ? Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa
lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini ?

Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporak-porandakan
perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30 tahun. Ia
seorang kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran
terkelam yg merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah
sang pemeran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka, Ajili yang
sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan.
Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang
tak pernah mengenyam dunia pendidikan terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang
begitu pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat
demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya,
bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikann ya.
Tak peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya.
17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang
kerja lebih awal merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah
kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya,
memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul
sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia
bertekad untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan
lebat, tiada seorangpun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk
membalaskan dendamnya akibat pen-diskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang
tak berdosa ini.

Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu
juga ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju
Napulese, meninggalkan kota ini.
Di Napulese , ia bertemu keberuntungannya. Ajili
mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika.
Kedua pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya
dengan anak perempuan mereka, Lina, dan pada akhirnya juga
mempercayainya untuk mengelola toko mereka. Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas,
tak hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3
anak yang lucu. Di mata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili
merupakan bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik. Tapi hati
nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya.

Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita
yang pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup damai dan tentram.

Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun.
Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus
mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Ia tak pernah sedikitpun
membayangkan bahwa wanita malang itu mengandung anaknya, bahkan
menanggung tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah
miliknya.

Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi no.telepon Dr.Adely.
Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, ia telah
menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia
mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini,
anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya
yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan
masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja
kerasnya bertahun-tahun.

Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus
Martha. Sang istri, Lina berkata : 'Aku sangat mengagumi Martha. Bila aku di
posisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil
perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha, ia
sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak yang
demikian.... ' Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan
tiba-tiba mengajukan pertanyaan: 'Kalau begitu, bagaimana kau memandang
pelaku pemerkosaan itu ? Lina menjawab: 'Sedikitpun aku tak akan
memaafkannya !!!'

Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga hanya dapat
meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu
egois, begitu pengecut ! Ia benar-benar seorang pengecut ! demikian istrinya
menjawab dengan dipenuhi api kemarahan. Ajili mendengarkan saja, tak
berani mengatakan kenyataan pada istrinya. Malam itu, anaknya yang baru
berusia 5 tahun begitu rewel tak bersedia tidur, untuk pertama kalinya Ajili
kehilangan kesabaran dan menamparnya. Sang anak sambil menangis berkata:
'Kau ayah yang jahat, aku tak mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau
menjadi ayahku'. Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya, ia pun
memeluk erat-erat sang anak dan berkata: 'Maaf, ayah tak akan memukulmu
lagi. Ayah yang salah, maafkan papa ya'.

Sampai di sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut
dibuatnya, dan buru-buru berkata untuk menenangkan ayahnya : 'Baiklah, kumaafkan,
pa, Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki
kesalahannya. ...'

Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar
dalam neraka. Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu,
dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis
wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri : 'Aku ini
sebenarnya orang baik, atau orang jahat ?' Mendengar bunyi napas
istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri.
Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya yang mulai merasakan
adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian dengan
menanyakan apakah ada masalah. Dan ia mencari alasan tak enak badan untuk
meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya ramah :
'Selamat pagi, manager !' Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi,
dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia merasa
dirinya hampir menjadi gila saja rasanya.

Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Ajili tak dapat lagi
terus diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga
suaranya supaya tetap tenang : 'Aku ingin mengetahui keadaan anak
malang itu. Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr.Adely
menambahkan kalimat terakhirnya berkata: 'Entah apa ia dapat menunggu
hari kemunculan ayah kandungnya'.

Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang paling dalam, suatu
perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga
merupakan darah dagingnya sendiri ! Ia pun membulatkan tekad untuk
menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali
membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun
mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala
rahasianya.

Terakhir ia berkata : 'Sangatlah mungkin bahwa aku adalah ayah Monika.
Aku harus menyelamatkannya' . Lina sangat terkejut, marah dan terluka
mendengar semuanya, ia berteriak marah: 'Kau PEMBOHONG !'.

Malam itu juga ia membawa ketiga anak mereka, dan lari pulang ke rumah
ayah ibunya. Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan
kedua suami-istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah dua orang tua
yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya : 'Memang benar, kita patut
marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi pernahkah
kamu memikirkan, ia dapat menghadirkan dirinya untuk muncul, perlu berapa
banyak keberanian besar. Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum
sepenuhnya terkubur.... Apakah kau mengharapkan seorang suami yang
pernah melakukan kesalahan tapi kini bersedia memperbaiki dirinya, ataukah
seorang suami yang selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya ?'

Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama.
Pagi-pagi di hari kedua, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata
sang suami yang dipenuhi penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata :
'Ajili, pergilah menemui Dr. Adely ! Aku akan menemanimu !'

3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr. Adely.8 Februari,
pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA
Ajili. Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika. Ketika Martha mengetahui
bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan
dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus
memendam dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan
terharu.

Segalanya berlangsung dalam keheningan. Demi untuk melindungi pasangan
Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan jelas
identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan
keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung
Monika telah ditemukan.

Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka
terus-menerus menelepon, menulis suratpada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan
kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka
padanya. Mereka berpendapat : 'Barangkali ia pernah melakukan tindak
pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan !'

10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu
muka langsung dengan Ajili. Awalnya Ajili tak berani untuk menemui
mereka, namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini. 18
Februari, dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung
dengan Ajili.

Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Martha, langkah
kakinya terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya
melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing,
sesaat ketiga orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum
akhirnya air mata mereka bersama-sama mengalir.

Beberapa waktu kemudian, dengan suara serak Ajili berkata :
'Maaf...mohon maafkanlah aku !' Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10
tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung
kepadamu. Martha menjawab : 'Terima kasih kau dapat muncul. Semoga Tuhan
memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku'.

19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili.
Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika Sang
dokter berkata dengan antusias : 'Ini suatu keajaiban !'

22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya
terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika
telah melewati masa kritis. Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS
dengan sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan
secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk
merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely
membawa suratnya bagi mereka.

Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya berkata: 'Aku
tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku berharap Monika
berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama kalian. Bila kalian
menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku, aku akan berusaha
sekuat tenaga untuk membantu kalian. Saat ini juga, aku sangat berterima
kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah yang
memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki
kehidupan yang benar-benar bahagia di separoh usiaku selanjutnya. Ini
adalah hadiah yang ia berikan padaku !'

( Italia post)
"Kita tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita
bisa mengendalikan masa depan dengan berbuat KEBAIKAN mulai hari ini..."

kala asa tak dpt di raih....
kala dunia tk lg tersenyum pd qu...
kala semuanya pergi menjauh....

disaat itu aq berusaha tuk ttp tegar...
tetap tersenyum...
tetap tertawa...
tetap mengejar apa yg sebenarnya tk dpt aq kejar...

akan tetapi...
aq tetap manusia biasa yg tk slmanya bs berpura-pura...
yg tak selamanya bs bersabar...
yg tak selamanya bs tegar....

aq hanya wanita biasa yg sebenarnya rapuh...

Read More......

Curahan Hati....

kala asa tak dpt di raih....
kala dunia tk lg tersenyum pd qu...
kala semuanya pergi menjauh....

disaat itu aq berusaha tuk ttp tegar...
tetap tersenyum...
tetap tertawa...
tetap mengejar apa yg sebenarnya tk dpt aq kejar...

akan tetapi...
aq tetap manusia biasa yg tk slmanya bs berpura-pura...
yg tak selamanya bs bersabar...
yg tak selamanya bs tegar....

aq hanya wanita biasa yg sebenarnya rapuh...